Program PPM Bidang Affordable and Clean Energy SDGs #7

Pembangunan ekonomi yang infklusif adalah cara paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Tetapi sebagian besar kegiatan ekonomi mustahil dilakukan tanpa tersedianya energi modern yang cukup, handal, dan memiliki harga yang kompetitif.

Energi dan cara menggunakannya harus efisien, berkelanjutan dan sebisa mungkin terbarukan. Dalam 20 tahun terakhir, beberapa negara telah melakukan langkah besar dalam mengurangi intensitas energi. Apabila semua teknologi efisiensi energi yang tersedia saat ini diterapkan, konsumsi energi secara signifikan bisa dipangkas menjadi sekitar sepertiga. Namun hanya sebagian kecil dari potensi ini yang terealisasi.

Melalui kombinasi beberapa teknologi efisiensi energi, desain bangunan yang baik, dan teknologi atap terbarukan yang baru, gedung zero net energy sudah bisa dibangun. Dalam banyak kasus, gedung-gedung tersebut menghasilkan tenaga matahari yang dialirkan ke dalam jaringan untuk dipakai pihak lain.

Tentunya selain efisiensi energi, reformasi kebijakan dan penghapusan subsidi, perlu juga memastikan bahwa negara-negara beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan.

Kemajuan teknologi yang pesat telah menurunkan biaya energi terbarukan bagi tiap orang. Kita sekarang melihat investasi skala besar dalam energi terbarukan yang sudah umum – seperti tenaga air – juga teknologi maju seperti tenaga panas bumi, matahari dan angin. Antara tahun 2010 dan 2012, kenaikan sebesar 4 persen secara global dalam penggunaan energi terbarukan yang modern – tiga perempat disediakan oleh tenaga angin, matahari dan air.

—–

 

Edukasi Energi Terbarukan dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Kawasan Pesisir Kampung Nelayan Kalibaru Jakarta Utara

Dr. Ahyahudin Sodri, S.T., M.Sc.

Salah satu kawasan pesisir yang masih perlu diperhatikan keadaan lingkungannya adalah Kampung Nelayan di Kalibaru Jakarta Utara. Saat ini, sebagian kondisi lingkungan di kampung nelayan Kalibaru masih buruk dan tidak layak ditinggali oleh masyarakat. Masyarakat yang berada di Kampung Nelayan, Kalibaru hidup dengan kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Persoalan kebutuhan air bersih dan ketersediaan akan energi listrik masih sangat tinggi dan membutuhkan biaya yang tinggi pula. Di sisi lain, ekonomi masyarakat kampung nelayan masih terbatas. Kemudian persoalan kelestarian mangrove di Kawasan pesisir perlu mendapatkan perhatian pula dari masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia siap membangun kembali Kampung Nelayan menjadi permukiman yang sehat dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi listrik harian menggunakan panel surya di kampung nelayan Kalibaru Jakarta Utara. Secara spesifik, lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu daerah permukiman kumuh padat penduduk yang membutuhkan energi listrik yang murah dan ramah lingkungan. Program PPM ini bertujuan untuk membangun kawasan permukiman kampung nelayan dengan pemahan energi baru terbaruka yang baik serta menjaga kelestarian mangrove yang ada di sekitar lingkungan masyarakat. Program ini akan melaksanakan kegiatan edukasi EBT untuk pengelolaan mangrove bagi masyarakat yang ada di kampung nelayan Kalibaru. Program ini dilaksanakan sejak tanggal 1 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 31 Desember 2021. Program ini dijalankan di lingkungan Kawasan Kampung Nelayan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Leave a Reply