Skip links

Program PPM Bidang Zero Hunger SDG #2

Program PPM Bidang Zero Hunger SDGs #2

Kelaparan didefinisikan sebagai kondisi hasil dari kurangnya konsumsi pangan kronik. Dalam jangka panjang, kelaparan kronis berakibat buruk pada derajat kesehatan masyarakat dan menyebabkan tingginya pengeluaran masyarakat untuk kesehatan.

Tidak semua orang mempunyai kemudahan untuk memperoleh pangan yang dibutuhkan, dan hal ini mengarah pada kelaparan dan kekurangan gizi dalam skala besar di dunia. Sebagian penduduk dunia sekarang ini kekurangan pangan secara kronis dan tidak mampu mendapatkan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi minimum mereka. Jutaan anak–anak berusia di bawah lima tahun (balita) menderita kekurangan gizi kronis atau akut pada saat musim kekurangan pangan, musim kelaparan dan kerusuhan sosial, angka ini terus meningkat.

Banyak faktor penyebab tejadinya kelaparan seperti kemiskinan, ketidakstabilan sistem pemerintahan, penggunaan Iingkungan yang melebihi kapasitas, diskriminasi dan ketidakberdayaan seperti pada anak-anak, wanita, dan lansia. Demikian juga terbatasnya subsidi pangan, meningkatnya harga-harga pangan, menurunnya pendapatan ril dan tingginya tingkat pengangguran merupakan faktor utama penyebab terjadinya kelaparan

Tujuan SDGs nomor 2 yaitu untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Tujuan ini sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia yang termaktub ke dalam prioritas ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja.

Pengoperasian Container Farm di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Teknologi Smart Farming di Indonesia

Riezqa Andika, S.T., Ph.D.

Pengoperasian container farm yang ada di Fakultas Teknik Universitas Indonesia diawali dengan mendesain container farm baru sesuai keadaan negara Indonesia, yang sebelumnya dikirim dari Korea Selatan. Karena keadaan container farm tidak terbuka sama sekali kurang lebih satu tahun akibat pendemi covid-19, maka dilakukan pembersihan dan Instalasi yang meliputi pemasangan pipa air, sistem pendingin, dan juga sistem kelistrikan. Setelah itu, dilakukan uji pengoperasian. Dari uji operasi dan juga pengamanat struktur container farm silakukan desain container farm baru dan juga adopsi teknologi ke skala lebih kecil (untuk petani tradisional). Selain itu, diadakan juga acara sosialisai secara daring mengenai teknologi smart farming.

Diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman cara kerja container farm yang di dalamnya memiliki alat-alat pintar seperti lampu LED khusus untuk pertanian, sensor untuk deteksi nutrien, serta perangkat lunak untuk mengotomatisasi tindakan pertanian.

—–

 

Home Gardening: Upaya Peningkatan Konsumsi Sayur Di Tingkat Rumah Tangga

Dr. Ir. Asih Setiarini, M.Sc.

Dalam kurun waktu 1990 – 2017, terjadi pergeseran beban penyakit di Indonesia dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (PTM) dimana tiga kelompok utamanya yaitu stroke, penyakit jantung, dan diabetes. Indikator yang termasuk dalam faktor risiko perilaku terkait PTM salah satunya adalah kurangnya konsumsi sayur dan buah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok Tahun 2016 – 2021 menyebutkan bahwa salah satu misi untuk mencapai pembangunan Kota Depok adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam perencanaan strategis pembangunan kesehatan,misi tersebut didukung dengan adanya upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan strategi percepatan perbaikan gizi masyarakat. Strategi ini didukung pula oleh peningkatan ketahanan pangan daerah yang disokong oleh ketahanan pangan rumah tangga. Salah satu cara untuk mewujudkan percepatan penganekaragaman konsumsi dan ketahanan pangan di masyarakat adalah dengan pengoptimalan pemanfaatan lahan di rumah atau yang biasa dikenal dengan home gardening. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayur secara berkesinambungan dan intensif dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga yang beragam dan bergizi seimbang. Oleh karena itu, intervensi yang dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi sayur sebagai bagian dari pola makan beragam dan bergizi seimbang, serta upaya pengoptimalan lahan untuk menanam sayuran. Program ini diikuti oleh 20 peserta (Ibu dan Bapak) di RW 16 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Pelaksanaan program ini juga bekerjasama dengan ahli pertanian yang memberikan bimbingan kelompok ibu/bapak dalam berkebun.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan manfaat konsumsi sayur pada peserta program (peningkatan skor rata-rata dari 55 menjadi 78) dan terwujudnya kebun gizi yang nantinya dapat berdaya guna. Selain itu, program ini juga menghasilkan produk atau luaran berupa dua buah modul, yaitu Modul “mengapa Konsumsi Sayur Itu Penting?” dan “Bikin Kebun Sayur di Rumah, Yuk!”, serta tiga video, yaitu “Mengapa Konsumsi Sayur Itu Penting?”, “Isi Piringku”, dan “Kandungan Gizi Pada Sayur.”

—–

 

Implementasi Education for Sustainable Development: Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani Lebah Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi>masuk SDGs 2

Dr. Mulawarman Hannase, Lc, MA.Hum

Leave a comment