Membangun kota dan pemukiman inklusif, aman, tahan lama dan berkelanjutan

TARGET

  1. Pada tahun 2030, memastikan akses terhadap perumahan dan pelayanan dasar yang layak, aman dan terjangkau bagi semua dan meningkatkan mutu pemukiman kumuh
  2. Pada tahun 2030, menyediakan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi semua, meningkatkan keamanan jalan, dengan memperbanyak transportasi publik, dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan dari mereka yang berada di situasi rentan, perempuan, anak-anak, orang dengan disablitas dan manula
  3. Pada tahun 2030, meningkatkan urbanisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan kapasitas untuk perencanaan dan pengelolaan pemukiman yang partisipatoris, terintegrasi dan berkelanjutan di setiap negara
  4. Menguatkan upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan natural dunia
  5. Pada tahun 2030, secara signifikan mengurangi jumlah kematian dan jumlah orang yang terkena dampak dan secara substantif mengurangi kerugian ekonomi langsung yang berhubungan dengan produk domestik bruto global yang disebabkan oleh bencana, termasuk bencana terkait air, dengan fokus kepada melindungi yang miskin dan yang berada di situasi rentan
  6. Pada tahun 2030, mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan perkapita di perkotaan, termasuk dengan memberikan perhatian khusus kepada kualitas udara dan kotamadya dan manajemen limbah lainnya
  7. Pada tahun 2030, menyediakan akses universal terhadap ruang-ruang publik yang aman, inklusif dan mudah diakses, dan hijau, terutama bagi perempuan dan anakanak, manula dan orang dengan disabilitas
  8. Mendukung hubungan ekonomi, sosial dan lingkungan yang positif diantara area urban, peri-urban dan rural dengan menguatkan perencanaan pembangunan nasional dan regional
  9. Pada tahun 2020, secara substantif meningkatkan jumlah kota dan pemukiman yang mengadopsi dan mengimplementasikan kebijakan dan rencana yang terintegrasi menuju inklusif, efisiensi sumber daya, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, tahan terhadap bencana, dan mengembangkan dan mengimplementasikan, sejalan dengan the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030, dan manajemen resiko bencana yang holistic pada semua level
  10. Mendukung negara-negara kurang berkembang, termasuk melalui bantuan finansial dan teknis, dalam membangun bangunan yang berkelanjutan dan tahan lama dengan memanfaatkan bahan material lokal

PEMBENTUKAN MASYARAKAT SADAR LINGKUNGAN MELALUI PEMBENTUKAN GERAKAN SAMPAH SEHAT (GEMAS-ALIT)
Dr. Adis Imam Munandar, S.Si, M.M.

Aksi ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya dan mampu melakukan pengolahan sampah domestik untuk menjadi pupuk sehingga mampu mendorong masyarakat agar memaksimalkan lahan sempit sebagai lahan pertanian sehingga masyarakat mampu mendapatkan manfaat ekonomi dari hal tersebut.
—–

PENGEMBANGAN PRODUK PERMAINAN RUANG BAGI POKJA SETU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KELESTARIAN SETU PENGASINAN KOTA DEPOK
Dr. Dewi Susiloningtyas, S, Si, M,Si.

Program aksi ditujukan untuk meningkatkan peran serta mitra (anggota kelompok kerja Setu Pengasinan) dalam upaya pelestarian situ. Upaya ini ditempuh dengan pengembangan produk permainan ruang berupa kwartet lingkungan Setu. Mitra akan dilatih untuk mengembangkan produk-produk permainan yang bertemakan ruang 1 dan sekitarnya.
—–

BERPACU MELAWAN SAMPAH” MELALUI OPTIMALISASI PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA (PKMD)
Dr. Etty Rekawati, S. Kp., MKM.

Sampah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan utama di masyarakat seperti merusak keindahan lingkungan, menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, dan lain-lain. Pengelolaan sampah di Wilayah Kelurahan Bojongnangka Kabupaten Bogor belum dikelola secara optimal. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan pendekatan PKMD dalam melakukan pengelolaan sampah rumah tangga. Langkah awal kegiatan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan untuk menyampaikan kepentingan pengelolaan sampah bagi Kesehatan warga setempat, dilanjutkan dengan sosialisasi pengelolaan sampah pengolahan sampah dengan prinsip 3R (reduce, recycle, reuse) melalui kegiatan pemilahan, pewadahan dan pengangkutan. Tahap awal adalah menyediakan berbagai alat yang dibutuhkan untuk pengelolaan sampah dan mendirikan bedeng sederhana yang berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah kering yang diperoleh dari masyarakat. Sedangkan pengelolaan sampah basah bekerja sama dengan pemilik kolam renang yang berada di wilayah untuk diangkut ke Tempat Penampungan sampah Kabupaten/Kota. Output dari pengabdian masyarakat ini adalah video terkait dengan edukasi Kesehatan mengenai pengelolaan sampah, publikasi jurnal nasional Sinta 4, pembentukan Tim Pengelolaan Sampah beserta program kerjanya dan berbagai barang yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan pengelolaan dan pemilahan sampah.
—–

Penguatan Desa Pantai Bahagia sebagai Kawasan Hijau dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat dengan Implementasi Program BlueMetric
Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M.

Desa Pantai Bahagia adalah desa bahari yang terletak di pesisir Sungai Citarum. Desa yang memiliki kawasan hijau untuk mangrove dan berbagai fauna ini juga dihuni oleh masyarakat nelayan dan petambak. Namun, Daerah ini masih perlu memerlukan perhatian mengenai kemampuan untuk mengelola kawasan hijau yang hampir hilang karena abrasi. Permasalahan lingkungan ini akan diangkat menjadi isu yang didiskusikan dan disosialisasikan ke masyarakat untuk mendapatkan solusi bagaimana agar kelestarian alam dan ketahanan masyarakat untuk menghadapi kondisi alam, bencana akibat abrasi dan akibat pengembangan ekonomi masyarakat yang banyak menggunakan atau menyisakan sampah plastik dan jejak manusia lainnya. Target program yang akan dicapai adalah terkumpulnya data kualitas perairan pesisir pantai untuk menjadi benchmark pertama penilaian berbasis indikator UI BlueMetric yang dibuat Universitas Indonesia.
—–

UI Pasang Alarm Gempa (EWAS) di Desa Ciwaru, Kab. Sukabumi
Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc.

Pada awal Oktober 2020, sejumlah pakar gempa merilis hasil studi yang memprediksi akan terjadinya gempa besar selatan pulau Jawa bagian barat. Dalam simulasi yang dilakukan, diprediksi gempa akan memicu gelombang setinggi 20 meter. Sebagian besar masyarakat yang berdomisili di sekitar pesisir pantai selatan Jawa Barat menjadi resah mengetahui hasil studi tersebut. Menyikapi hal tersebut, Tim Pengabdi yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat UI 2020 bermitra dengan Kepala Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat telah memasang alat EWAS, yaitu alarm gempa, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat Desa Ciwaru terhadap kehadiran fenomena gempa bumi. Alat EWAS mengandalkan sensor getaran tanah yang disebar dalam jarak 200 meter. Getaran tanah yang terdeteksi oleh sebuah sensor akan dikonfirmasi melalui gelombang radio kepada sensor lainnya. Jika ada dua sensor mengkonfirmasi kehadiran gempa dalam suatu kawasan yang luas, maka alarm pada seluruh alat detektor gempa akan berbunyi. Sebanyak 4 unit alat EWAS telah dipasang di sejumlah kantor desa, rumah penduduk dan tempat ibadah di Desa Ciwaru. Pengujian juga telah dilakukan dengan membuat getaran buatan yang seketika, kurang dari 5 detik, suara alarm terdengar hingga sudut-sudut desa.
—–

Community Empowerment Approach to Enhance Disaster Preparedness in Sembalun District, East Lombok
Ns. La Ode Abd Rahman,S.Kep.,MBA

Potensi masalah gempa berulang Kabupaten Lombok Timur mengakibatkan peningkatan rasa cemas, hingga terjadi perubahan sikap menjadi lebih sensitif, mudah marah, khawatir, dan mudah panik hingga penurunan kualitas hidup masyarakat di daerah rawan bencana. Salah satu cara untuk mengurangi rasa cemas dan ketakutan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana ialah dengan memberikan pengetahuan melalui pendidikan dan pelatihan tentang kesiapsiagaan bencana. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pembentukan komunitas masyarakat yang peduli, mau dan mampu dalam persiapan tanggap bencana. Relawan dan kader kesehatan yang ada di sana kemudian diberikan pengajaran tentang pertolongan pertama pada kecelakaan akibat bencana yang biasa terjadi. Dari kegiatan tersebut masyarakat tidak hanya tahu tetapi juga mampu melakukan pertolongan pertama sehingga mampu mencegah terjadinya perburukan pada korban bencana.
—–

UPAYA PEMUTUSAN RANTAI INFEKSI (MUTASI) COVID-19 UNTUK MENDUKUNG KOTA RAMAH ANAK DI TANGERANG
Dr. Hanny Handiyani, S.Kp.,M.Kep

Program pencegahan penularan Covid-19 khusus pada anak merupakan agenda yang penting diupayakan di Kota Layak Anak Panunggangan Barat, Kota Tangerang Selatan mengingat semakin bermunculannya kasus infeksi Covid-19 pada anak. Data Puskesmas Panunggangan Barat pada April 2020 didapatkan data khusus untuk pasien anak didapatkan 5 kasus ODP dan 1 kasus terkonfirmasi Covid-19. Program Aksi UI (Ramah Anak) bersama mitra yaitu Puskesmas dan Kelurahan Panunggangan Barat telah menyepakati untuk memfokuskan pada upaya memutus penularan Covid-19 di lingkungan sekitar anak. Kegiatan yang dilakukan yaitu menyusun buku dan video tentang upaya pemutusan rantai infeksi (Mutasi), melakukan sosialisasi dan pembentukan gerakan rumah ramah anak, pendampingan kepada sukarelawan/ kader, kampanye “Gerakan Mutasi Covid-19 dan Rumah Ramah Anak” yang didukung dengan adanya video edukasi tentang pemutusan rantai infeksi Covid-19 dan Rumah Ramah Anak dan juga buku panduan yang dapat dipelajari oleh semua masyarakat dengan mudah. Target dari program meningkatkan peran dan menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk lebih peka dan memahami upaya pemutusan rantai infeksi (Mutasi) Covid-19 melalui duta gerakan Mutasi di lingkungan Panunggangan Barat.
—–

Pendampingan Pencegahan Covid-19 menggunakan Narasi Kearifan Lokal terkait Kebersihan Desa dan Sanitasi Lingkungan di Geriana Kauh, Karangasem, Bali
Dr. Ali Akbar, M.Hum.

Pada bulan Maret 2020 Pemerintah mengumumkan bahwa infeksi virus covid-19 telah ditemukan di Indonesia. Merespon situasi ini, Pemerintah membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan membuat protokol kesehatan berupa 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kebijakan ini membuat banyak orang harus berada di rumah dan membatasi aktivitas sosial mereka. Di Bali, Semua siswa belajar dari rumah memanfaatkan teknologi digital, aktivitas pariwisata berkurang, kantor menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, dan upacara adat dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan. Untuk melakukan pencegahan penularan virus Covid-19 di Bali, khususnya di Desa Adat Geriana Kauh kami membuat program pendampingan pengabdian masyarakat ini. Menggunakan narasi lokal mengenai wabah yang banyak ditemukan pada manuskrip-manuskrip Bali program ini menyasar pada lansia dan anak-anak yang memiliki risiko tinggi. Program ini dibagi menjadi tiga kegiatan, yaitu program literasi pencegahan covid-19 kepada anak-anak dan remaja bekerja sama dengan Yayasan Mahima, penerapan protokol kesehatan dalam upacara-upacara yang dilakukan di Desa Adat Geriana Kauh, dan Mengadakan webinar berjudul “Diskusi Tari Sanghyang dan Pengetahuan Lokal mengenai Wabah”. Tujuan utama program ini adalah memberikan literasi mengenai wabah virus covid-19 dan cara pencegahannya kepada masyarakat Bali secara umum dan secara khusus pada masyarakat Desa Adat Geriana Kauh.
—–

Pengembangan Kolam Singgah Makara sebagai Solusi Pemberdayaan Nelayan yang Terdampak COVID-19
Dr. Abinawanto, M. Si.

Permasalahan pandemi COVID-19 secara umum memengaruhi ruang gerak masyarakat, termasuk roda perekonomian. Salah satu wilayah yang merasakan penurunan perekonomian adalah Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Akibat penyebaran virus tersebut, akses sosial dan ekonomi di kecamatan Muara Gembong menjadi terhambat. Pekerjaan yang dapat dilakukan nelayan adalah mengumpulkan sementara hasil tangkapan biota laut mereka, terutama ikan, udang, kepiting, dan kerang hingga mencapai harga yang mulai normal kembali. Program Kolam Singgah Makara dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut melalui teknologi kolam bata, terpal, dan fiber, kolam batere, keramba apung, serta pabrik pakan mini. Melalui program tersebut, ditargetkan muncul para motivator masyarakat Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat yang memahami dan memiliki minat yang tinggi dalam meneruskan program Kolam Singgah Makara. Para motivator juga akan dilatih sehingga memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam merawat dan melaporkan keberlangsungan teknologi Kolam Singgah Makara untuk ke depannya.
—–

Peran Kepala Desa dalam Penanganan COVID-19
Dr. Rachma Fitriati, M.Si (Han)

Saat ini Indonesia menghadapi pandemi virus COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh pelosok negeri dari kota besar hingga pelosok desa terpencil. Pandemi ini bukan saja menyerang kesehatan masyarakat saja melainkan telah menyerang sebagian perekonomian rakyat kecil akibat diberlakukan karantina wilayah dalam menghambat penyebaran virus tersebut. Efek karantina wilayah sangat berkorelasi terhadap dampak ekonomi rakyat kecil. Hal tersebut dikarenakan banyak dari rakyat yang berpenghasilan harian atau mingguan otomatis akan terdampak dengan tidak mendapatkan penghasilan. Untuk itu, program kegiatan pengabdian masyarakat ini melakukan: (1) penyusunan beberapa buku panduan (a) Buku Desa Tangguh Bencana Lawan COVID- 19; (b) Buku Pesantren Tangguh Bencana Lawan COVID-19; (c) Buku Pilkades Aman COVID-19; (d) Buku Pemuda Tangguh Bencana Lawan COVID-19; (2) Pendampingan pada Aparatur Desa dan Pondok Pesantren; (3) Webinar dan video webinar di YouTube dan pemberitaan di media online; (4) Jurnal (on progress). Berdasarkan tujuan kegiatan pengabdian masyarakat, maka penerima manfaat adalah Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa seluruh Indonesia, Aparatur Desa, Lembaga Desa, Masyarakat Desa serta pemangku kepentingan lainnya.
—–

Kuliah Kerja Nyata Tematik Covid-19
Dr. Tuti Nuraini S.Kp., M.Biomed

Di Indonesia, penyebaran virus Corona belum mencapai puncak gelombang pertama, penyebaran masih terus meningkat. Hal ini menyebabkan dampak negatif pada Kesehatan masyarakat. Dampak Kesehatan bisa berupa fisik atau psikologis. Tingkat kecemasan meningkat dikarenakan kondisi yang tidak jelas mengenai kapan masa pandemi berakhir. Kondisi diperparah karena adanya pembatasan aktivitas sosial di Masyarakat. FIK UI mengadakan program KKN-Tematik dengan fokus pada Kesehatan jiwa yang bertopik dengan topik Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial Covid-19 (DKJPS Covid-19). Program DKJPS Covid-19 ini memicu mahasiswa untuk sadar dan peka dengan lingkungan sekitar terkait kondisi Kesehatan mental. KKN Tematik ini memberikan arahan kepada mahasiswa terkait ilmu seperti pengetahuan Covid-19, strategi edukasi dan promosi Kesehatan, asuhan keperawatan secara holistik dan berkesinambungan. Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan manajemen DKJPS Covid-19 ke keluarga mahasiswa dan lingkungan masyarakat.
—–

Pemberdayaan Masyarakat dalam Melawan Pandemi COVID-19 dengan Meningkatkan Imunitas Fisik, Kesehatan Jiwa dan Psikososial
Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.AppSc

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemik global. Kasus pertama yang ditemukan di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, dan jumlahnya terus meningkat hingga 17 April 2020 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai mencapai 5.923 orang, 607 orang sembuh dan 520 orang meninggal. Target program dalam kegiatan ini adalah masyarakat sadar akan pentingnya meningkatkan imunitas fisik dan kesehatan jiwa sebagai upaya melawan pandemi COVID-19 demi terwujudnya masyarakat sehat fisik dan jiwa. Program pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan imunitas fisik, kesehatan jiwa dan psikososial ini terdiri dari 3 kegiatan pokok yaitu pemberian edukasi terkait pencegahan COVID-19, dan pendampingan serta pemberian asuhan keperawatan jiwa masyarakat yang mengalami masalah psikososial. Target pengabdian masyarakat kali ini berfokus kepada masyarakat sehat, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dengan Pemantauan (ODP), Pasien Dengan Pemantauan (PDP), Orang dengan Positif COVID-19, dan kelompok rentan yang beresiko. Fokus kelompok rentan pada masyarakat pada kegiatan ini adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), klien hipertensi, diabetes mellitus (DM) juga klien stroke. Outcome dari kegiatan tersebut diantaranya meningkatnya kesadaran masyarakat dalam peningkatan imunitas fisik, kesehatan jiwa dan psikososial, pencegahan penularan COVID-19, pemulihan klien COVID-19, penurunan gangguan mental emosional, dan menurunkan stigma klien yang terkait COVID-19.
—–

Pengembangan dan Pemanfataan Peta Risiko Covid-19 Dengan Metode Partisipatif Untuk Intervensi Masalah Psikososial Keluarga Terdampak di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta
Dr. Rokhmatuloh, M.Eng

Kelurahan Kalibaru yang terletak di pesisir utara Jakarta memiliki luasan wilayah paling kecil dan kepadatan penduduk tertinggi dibandingkan kelurahan lainnya di Kecamatan Cilincing. Kepadatan penduduk yang tinggi ditambah dengan penggunaan lahan yang sangat intensif menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan penyebaran dan antisipasi dampak wabah Covid-19 di Kelurahan Kalibaru. Program pengabdian yang diusulkan akan melakukan pengembangan pemetaan risiko Covid-19 secara partisipatif bersama mitra. Dengan skema multidisiplin, selain mengembangkan peta risiko, kegiatan ini akan berkolaborasi bidang ilmu terkait utuk melakukan program intervensi masalah psikososial akibat pandemi. Jenis kegiatan yang dilaksanakan terbagi dalam tiga tahapan besar yaitu pengembangan peta risiko Covid-19, pengelolaan/visualisasi data, dan tahapan terakhir adalah intervensi masalah psikososial. Setiap tahapan kegiatan akan melibatkan mitra yang berbeda mulai dari petugas dasawisma, PKK dan staff Kelurahan Kalibaru. Berdasarkan pada analisis situasi dan masalah mitra, maka program pengabdian yang disusulkan memiliki tujuan: 1) Tertansfernya pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan dan mengupdate peta risiko Covid-19; 2) Terbentuknya kemandirian mitra dalam memanfaatkan teknologi pemetaan sebagai sumber data penunjang kebijakan; 3) Meningkatnya keterlibatan mitra (dasawisma, PKK dan staff kelurahan) dalam upaya penanganan masalah psikososial selama masa pendemi; dan 4) Terbentuknya priorita dan pola intervensi penanganan masalah psikososial yang tepat dan efektif untuk diterapkan.
—–

Pembelajaran Kreatif Dalam Pelatihan Kesehatan Duta Covid-19 Sebagai Upaya Pemberdayaan Komunitas Di Rumah Ceria Yatim 1000 Pulau, Kab. Bekasi
Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N

Community Health Worker (CHW) atau yang disebut sebagai kader kesehatan merupakan sebagai individu terlatih dengan pendidikan medis non formal terbatas yang memberikan dukungan dan layanan yang dihadapi pasien dalam perawatan primer. Kader merupakan perwujudan peran serta aktif masyarakat dalam pelayanan terpadu yang berfokus menjalankan upaya promotif dan preventif melalui program posyandu. Peran kader kesehatan semakin efektif ketika para kader kesehatan mendapatkan pelatihan dalam melakukan penilaian dan pemeriksaan dasar. Secara teknis, tugas kader adalah kegiatan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Pelayanan KB (Keluarga Berencana), Pelayanan Imunisasi, pelayanan Gizi, dan pelayanan Penanggulangan Diare dan penyakit menular lainnya. Banyaknya tugas dan peran kader yang diemban maka kader dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Kader diharapkan berperan aktif dan mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat. Program Aksi UI untuk Negeri ini mengambil tema Praktik PPM Di Lapangan dengan judul kegiatan Pembelajaran Kreatif Dalam Pelatihan Kesehatan Duta-Covid-19 Sebagai Upaya Pemberdayaan Komunitas.
—–

Bina Desa 9 Vokasi UI : Akselerasi Desa Digital, Membangun Negeri
Deni Danial Kesa, Ph.D

Desa memiliki kewenangan besar mengatur rumah tangganya tanpa intervensi program dari pihak diluar desa. Namun, tanggung jawab desa bukan lagi dipikul oleh perangkat pemerintah desa, melainkan bersama lembaga desa dan kelompok-kelompok masyarakat. Di sini lah peran kami sebagai mahasiswa untuk mengarahkan dan memberdayakan potensi yang dimiliki desa agar tercipta kemandirian terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat desa yang mana sebagai bentuk pengabdian kami terhadap tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, tahun ini Departemen Sosial Masyarakat BEM Vokasi UI kembali menyelenggarakan BINA DESA sebagai wadah bagi mahasiswa Vokasi UI untuk memberikan kontribusinya dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan sebagian kecil kondisi pedesaan tertinggal di Indonesia. Target yang kami tuju adalah : 1. Desa Teluk Jambe, Teluk Jambe Timur, Karawang; 2. Warga Desa; 3. Karang Taruna; dan 4. Anak -anak Desa.
—–

Manajemen Lingkungan Sehat Sebagai Intervensi Keperawatan Komunitas Dalam Upaya Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19 di Rumah Ceria Yatim 1000 Pulau Kab. Bekasi
Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N

Lingkungan adalah faktor terbesar dalam mempengaruhi derajat kesehatan, sehingga menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab masyarakat. Salah satu permasalahan lingkungan hidup adalah tentang kebersihan. Kebersihan adalah sebuah cerminan setiap individu dalam menjaga kesehatan. Menjaga kebersihan lingkungan baik rumah, sekolah maupun kantor harus dilakukan demi menjaga lingkungan dari potensi hidupnya virus, bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Program Aksi UI Untuk Negeri ini mengambil tema Go Green tujuannya adalah menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan, meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait cara pengelolaan sampah, yaitu cara pemilahan dan pengolahan sampah organik dan anorganik, meningkatkan kebiasaan masyarakat untuk rutin mencuci tangan pakai sabun, mencegah penyebaran Covid-19 dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan meningkatkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
—–

Upaya Peningkatan Literasi Dan Sosialisasi Kesehatan Pada Peserta Didik Dan Masyarakat Desa Kedumulyo Selama Masa Pandemi Covid- 19
Yon Machmudi, Ph.D

Problema pendidikan di desa Kedumulyo, Kabupaten Pati Sariyono dan sekitarnya ialah masih rendahnya kualitas kurikulum SD yang mempengaruhi kegiatan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar, selain itu rendahnya literasi bagi peserta didik dan generasi muda akan menghambat masuknya informasi dan ketidakmampuan untuk memahami ilmu pengetahuan yang akan sangat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia. Solusi yang dapat diberikan berkenaan dengan masalah di atas adalah dengan pengadaan sarana baca/perpustakaan mini daerah dengan menambahkan alat-alat penunjang pendidikan lainnya, meningkatkan literasi melalui berbagai metode antara lain dengan memberikan materi yang beragam dan mudah dipahami, membentuk kelompok baca, pengentasan buta huruf, melakukan sosialisasi untuk lebih memahami dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah yang didiami dengan kegiatan mengenal lingkungan, serta mengingat situasi dan kondisi masa pandemi, maka kegiatan dilengkapi dengan sosialisasi protokol kesehatan. Berdasarkan solusi yang dipaparkan di atas, diharapkan target program yang akan dicapai adalah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pemerintah desa setempat terkait kondisi sarana dan pra sarana perpustakaan atau ruang baca desa setempat, selanjutnya pengajaran yang diberikan akan berdampak dan terus dilanjutkan oleh tenaga pendidik setempat. berdasarkan sosialisasi yang dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid- 19 diharapkan adanya kesadaran dari masyarakat dan peserta didik untuk menjaga kesehatan mematuhi protokol serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
—–

PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MENGENAI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PERMAINAN EDUKATIF
Dr.-Ing. Amalia Suzianti, ST., M.Sc.


Perancangan permainan edukatif bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap perubahan iklim. Produk yang dihasilkan berupa board games yang dapat dimainkan siswa dengan mudah dan praktis yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SD akan perubahan iklim dan nantinya mereka dapat membawa perubahan positif terhadap lingkungan di kemudian hari.
—–

PENINGKATAN PENGETAHUAN AKAN HIDUP RAMAH LINGKUNGAN PADA SIVITAS AKADEMIKA FKG UI
Dr. Nina Ariani, drg., Sp.Pros(K)

Pengetahuan, tingkat kesadaran, dan kepedulian, perubahan perilaku hingga menjalankannya menjadi suatu kebiasaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan (environment sustainability) adalah faktor yang saling mempengaruhi dalam membentuk budaya yang peduli akan lingkungan hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlihat berupa meningkatnya pengetahuan sivitas akademika FKG UI terkait perilaku hidup ramah lingkungan.
—–

PEMANFAATAN LAHAN TIDAK PRODUKTIF MENJADI TAMAN PANGAN (EDIBLE GARDEN) DI KAMPUNG NIAS, JAKARTA UTARA
Dr. Ahyahudin Sodri, S. T, M. Sc.

Pemanfaatan dengan penanaman ini dilakukan dengan berbagai bentuk pola tanam bergantung pada ruang yang dapat dimanfaatkan, baik berupa susunan pot tanaman, pengelompokan tanaman, dan intensitas kepadatan tanaman. Program aksi UI untuk Negeri dalam rangka penyelamatan lingkungan yaitu dengan melakukan penghijauan di Kampung Nelayan.
—–

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PEMELIHARAAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)
Dra. Eva Andayani, M.Si.

Kegiatan berupa fasilitasi kegiatan toga Posyandu melalui aksi pembibitan dan penanaman beberapa jenis pohon toga, pembuatan papan nama toga, simulasi pengecekan hasil panen biopori, sosialisasi tentang pentingnya tata kelola penggunaan dan pemanfaatan lubang biopori untuk pengolahan sampah organik rumah tangga dan pemeliharaan toga serta mobilisasi pengurus perumahan untuk melanjutkan pembuatan paralon dan lubang biopori bagi warga yang belum memiliki biopori.
—–

GERAKAN DEKLARASI KOTA DEPOK MENUJU ZERO WASTE CITY DAN PENGENALAN DUNIA SAINS YANG APLIKATIF KEPADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR
Rika Tri Yunarti, S.Si., M.E mg., Ph.D.

Kegiatan yang akan dilakukan dengan tiga tahap, meliputi tahap pengenalan ilmu sains, tahap praktik fun chemistry, dan tahap aplikasi ilmu sains. metode yang digunakan yakni: seminar zero waste diskusi dan praktik fun chemistry.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah menerima informasi mengenai pentingnya ilmu sains dalam kehidupan sehari-hari selain itu para peserta dapat memanfaatkan bahan-bahan kimia yang aman di sekitar mereka untuk kegiatan belajar dan penanaman rasa cinta lingkungan pada anak-anak dengan mengajarkan cara memilah sampah.
—–

KAWASAN PANTAI BERSERI (BERSIH, SEHAT DAN ASRI) BERKAT REMAJA SADAR SAMPAH
Ns. Poppy Fitriyani, M.Kep., Sp.Kep.Kom

Program-program yang akan dilaksanakan meliputi memberikan pendidikan kesehatan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sampah beserta cara pemilahan sampah organik dan non-organik yang tepat kepada remaja. Setelah diberikan pendidikan dan pelatihan, remaja-remaja tersebut diminta untuk melakukan kampanye tentang sampah kepada penduduk dan para pedagang di sekitar pantai, dan mengimplementasikan peran remaja akan kesadarannya terhadap sampah. Target program yang dicapai adalah terbentuknya lingkungan di daerah pesisir pantai yang bersih dari sampah.
—–

PENINGKATAN PARTISIPASI FORUM ANAK SEBAGAI KADER CINTA LINGKUNGAN
Dr. Lin Yola, S.T., M.Sc.

Kegiatan ini diantaranya: (1) Mengubah pandangan Masyarakat tentang Sampah dari ancaman menjadi peluang, (2) Mengubah Pola Pikir Pembuangan Sampah dari Landfill menjadi 4R dan (3) Melakukan pendampingan forum anak dalam Pengelolaan Sampah secara terpilah. Kegiatan Pilah Sampah dilakukan melalui pemberdayaan anak dan remaja yang tergabung dalam forum anak. Forum anak diharapkan menjadi “aktor perubahan” yang dapat menjadi inisiator penggerak dalam pengelolaan sampah dalam rumah tangga dan lingkungan RT dan RW.
—–

PENDAMPINGAN OSIS SMANU M.H. THAMRIN DALAM MENCIPTAKAN SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN
Dr. Zakianis, SKM., M.K.M

terciptalah sebuah ide yang diinisiasikan oleh sekelompok pelajar SMANU M. H. Thamrin. Tim Barium merupakan sebuah tim pelajar SMANU M. H. Thamrin yang memiliki kepedulian tinggi akan kelestarian lingkungan dan empati terhadap dampak yang ditimbulkan oleh permasalahan ini. Dengan itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari penyuluhan tentang pengelolaan sampah berbentuk webinar yang mengedukasi terkait pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah dengan kompos, dan praktik pemilahan dan pengolahan tersebut di lingkungan rumah.
—–

IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK DAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN BAGI WALI DAN ANAK DI SEKOLAH MASJID TERMINAL (MASTER)
Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H.

Sekolah Yayasan Bina Insan Mandiri (YABIM) atau yang lebih dikenal dengan nama Sekolah MasTer (akronim dari MASjid TERminal), merupakan sekolah alternatif yang diperuntukkan kepada anak-anak dhuafa (anak jalanan) di sekitar terminal Depok. Rendahnya tingkat ekonomi orang tua mengakibatkan anak harus ikut membantu perekonomian keluarga. Hal ini yang mendorong anak-anak dhuafa di sekitar terminal Depok ikut ke jalan untuk bekerja dan bahkan meninggalkan Pendidikan dan cenderung mengabaikan kesehatan. Dalam mengatasi hal-hal yang kemungkinan terjadi terhadap anak jalanan tersebut, seperti pemaksaan kerja dan diberlakukan dengan kasar, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini nantinya tim pengabdi UI bersama mitra-mitra akan memberikan capacity building dalam bentuk penyuluhan berupa pemaparan kepada pengurus sekolah tersebut dan para wali murid mengenai pentingnya hak-hak anak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Kesehatan.
—–

APLIKASI MURAL SEBAGAI MEDIA ZONASI PADA LINGKUNGAN SD MEKARJAYA 17
Nevine Rafa Kusuma, S.Ars., M.A.

Tim menginisiasi program pengaplikasian mural sebagai marka jalan. Mural dinilai dapat menarik perhatian agar pengendara bermotor dapat lebih berhati-hati tanpa mengubah aspek fungsionalitas jalan yang sudah ada. Tahapan yang akan dilakukan adalah melakukan diskusi bersama mitra lalu tahap perealisasian rancangan oleh tim dan mitra. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan dalam berlalu lintas di kawasan tersebut, dan ke depannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara terutama di lingkungan ramah anak.
—–

Simulasi dan Sosialisasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Kebakaran
Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc.

Program pengabdian masyarakat dengan skema Aksi UI untuk Negeri bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai potensi bencana yang terjadi di Tondano dan langkah apa saja yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka waktu enam bulan ini adalah mensosialisasikan potensi – potensi bencana yang akan terjadi dari sudut pandang geologi dan geofisika seperti potensi gempa dengan skala 8 SR. Selain melakukan sosialisasi mengenai potensi bencana di Tondano, di kegiatan ini juga akan dilakukan proses simulasi. Simulasi ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan gambaran mengenai kondisi bencana serta dapat melakukan proses mitigasi dan evakuasi terhadap bencana – bencana tersebut.
—–

PENERAPAN BIOPHILIC DESIGN: KANTOR KELURAHAN PANCORAN MAS DAN SUKATANI DEPOK
Ir. Antony Sihombing, MPD., Ph.D.

Kantor Kelurahan Pancoran Mas dan Sukatani Depok merupakan dua kantor pelayanan masyarakat yang dalam kesehariannya banyak pengunjung dan pegawai melakukan interaksi di sana. Intensitas lalu lalang yang tinggi pada jam-jam tertentu membuat pegawai membutuhkan kemampuan untuk berkonsentrasi lebih tinggi dan membutuhkan kenyamanan dari segi pengudaraan dan visualisasi pada ruang. Oleh karena itu dilakukan Pendekatan desain dengan cara biophilic design. Biophilic design ini terdiri dari 14 pola yang dapat diterapkan pada ruang, salah satunya adalah kehadiran alam secara langsung pada ruang. Pendekatan ini mampu untuk meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan pengguna ruang.
—–

ASSESMENT DAN APLIKASI DESAIN UNIVERSAL PADA BANGUNAN PUBLIK: KANTOR KELURAHAN PANCORAN MAS, DEPOK
Dr.-Ing. Ir. Dalhar Susanto

Fasilitas umum di ruang publik seperti gedung pemerintahan baik dalam skala besar (kota) maupun skala kecil (kelurahan) harus mampu mendukung pengguna disabilitas. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat No 14/PRT/M/2017 bahwa setiap pengguna dan pengunjung bangunan gedung memiliki hak yang sama untuk dapat mengakses dan menjalankan aktivitasnya dalam bangunan gedung dan lingkungan secara aman, nyaman, mudah, dan mandiri. Untuk meningkatkan pelayanan ruang publik program ini bertujuan melakukan assesment terhadap fasilitas kantor kelurahan Pancoran Mas, Depok, hasil dari assesment tersebut didiskusikan bersama warga melalui metode charrette, metode ini diterapkan agar warga dapat terlibat secara langsung dalam pemenuhan fasilitas pada kantor kelurahan agar tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan warga sekitar. Hasil dari diskusi bersama warga diadvokasikan kepada pihak terkait dengan maksud agar dapat direalisasikan/diimplementasikan sesuai dengan prioritas kebutuhan sarana yang paling utama.
—–

EDUKASI TEKNOLOGI CFD UNTUK PRAKTISI PROFESIONAL DAN SIVITAS AKADEMIS
Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara

Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan secara online yang telah diselenggarakan pada tanggal 3 September 2020. Kegiatan ini meliputi seminar dan pelatihan CFD dengan menggunakan CFDSOF yang merupakan software buatan anak negeri. Seminar dihadiri oleh ± 160 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi. Sedangkan pelatihan diikuti oleh 102 peserta. Target kegiatan ini meliputi sosialisasi dan edukasi teknologi software CFD buatan anak bangsa serta peningkatan wawasan dan keterampilan peserta dalam menggunakan software CFDSof NG. Luaran publikasi pengabdian ini adalah modul, jurnal, artikel di media massa, dan video pelatihan.
—–

PEMANFAATAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL BERKELANJUTAN UNTUK PERMUKIMAN KAWASAN PESISIR
Dr. Hayati Sari Hasibuan, ST., MT

Di wilayah DKI Jakarta, spesifiknya di wilayah pesisir Kampung Nelayan, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, keadaan permukimannya termasuk dalam permukiman kumuh dikarenakan kondisinya yang memprihatinkan. Desain rumahnya tidak memenuhi persyaratan hunian yang layak, material yang digunakan merupakan material tidak ramah lingkungan seperti beton, seng, triplek, dan lain-lain. Dengan keadaan ini, maka bila terjadi masalah lingkungan (pasang air laut), maka terjadi genangan yang akan merugikan keadaan masyarakat di sana. Inovasi bangunan hijau hadir untuk memecahkan masalah ini, dengan cara memanfaatkan bambu sebagai material utama dan desain rumah panggung sebagai konsep desainnya. Selain itu, juga ditambahkan dengan solar panel sebagai respon kemandirian energi, terutama energi listrik karena potensi cahaya matahari berlimpah. Dengan inovasi ini, diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan dan menyelesaikan permasalahan yang ada di kawasan pesisir Kampung Nelayan.
—–

Penerapan Aplikasi Whistle-Blowing System dalam Mendukung Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Di Lingkungan Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok
Dr. Al Asyary, S.KM., M.P.H.

Universitas Indonesia (UI) telah menerapkan larangan merokok di seluruh lingkungan kampus melalui KTR. Untuk menurunkan prevalensi merokok, maka perlu dilakukan sebuah pemantauan yang terpadu, melalui penerapan aplikasi Whistle-Blowing System (WBS). Proses pelaksanaan Sistem WBS akan dilakukan oleh sivitas akademika UI melalui teknologi informasi yang untuk bersama melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap perokok yang merokok di lingkungan UI melalui pengambilan bukti, selanjutnya data atau gambar akan dikirim melalui aplikasi WBS dan terkoneksi ke unit K3L, khususnya pihak keamanan UI. Sehingga setelah data masuk ke aplikasi maka akan segera dilakukan penindakan. Melalui penerapan aplikasi Whistle-Blowing System (WBS) dapat menurunkan prevalensi merokok serta makin ditegakkannya perda KTR khususnya di lingkungan Universitas Indonesia (UI) Depok.
—–

REVITALISASI KESENIAN BARONG LANDONG BENGKULU MENUJU WARISAN BUDAYA TAK BENDA INDONESIA
Dr. R. Cecep Eka Permana, M.Si.

Kesenian Barong Landong yang sejak ratusan tahun telah hadir di tengah masyarakat Kota Bengkulu, kini tidak banyak lagi yang mengenalnya terutama pada generasi muda dan bahkan terancam punah. Barong Landong dalam penggambarannya merupakan boneka raksasa yang menyerupai manusia berukuran tinggi sekitar 250 cm lebar 100 cm dengan rangka terbuat dari rotan, bambu, dan kayu. Program Pengmas yang bekerja sama dengan mitra Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Bengkulu ini adalah berupa (1) Dokumentasi pengetahuan tentang Barong Landong, (2) Sosialisasi tentang kesenian Barong Landong kepada masyarakat, (3) Pertunjukan kesenian Barong Landong, (4) Penyusunan naskah akademik tentang Kesenian Barong Landong, dan (5) Focus Group Discussion (FGD) pelestarian dan pengembangan Barong Landong. Melalui Program Pengmas UI 2020 ini diharapkan (1) terinventarisasi dan terdokumentasikannya kesenian Barong Landong sebagai himpunan pengetahuan yang komprehensif tentang kesenian Barong Landong, (2) tersosialisasi informasi kesenian Barong Landong sehingga masyarakat dapat mengakses informasinya dengan mudah, (3) terdokumentasikan pertunjukan kesenian Barong Landong, (4) tersedianya naskah akademik untuk pengusulan kembali kesenian Barong Landong menjadi Warisan Budaya Tak benda Indonesia dari Bengkulu, dan (5) Rumusan yang dapat dijadikan dasar kebijakan untuk pelestarian dan pengembangan kesenian Barong Landong.
—–

Penanggulangan Limbah Plastik di Bantaran Sungai Ciliwung
Dr. rer. nat. Noverra Mardhatillah Nizardo

Indonesia telah diidentifikasi sebagai salah satu negara sumber pencemaran plastik global di lautan. Pencemaran lautan tersebut tidak hanya terjadi karena perilaku masyarakat yang tinggal di pinggir laut, tetapi juga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Di laut sendiri, yang merupakan tempat bermuaranya sungai, diperkirakan sudah lebih dari 5 triliun keping plastik mengapung dengan berat total lebih dari 250.000 ton, di mana plastik tersebut tidak hanya dalam bentuk lembaran tetapi juga berupa mikroplastik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat di tingkat lokal untuk mengurangi sampah plastik di dua lokasi pemukiman kelurahan Kampung Melayu, yaitu RW 04 dan RW 07. Kedua lokasi tersebut merupakan pemukiman penduduk yang berada di pinggiran sungai Ciliwung dan memiliki kontribusi terhadap pencemaran sungai dengan plastik. Kegiatan ini menggunakan pendekatan metodologis dengan menggabungkan perspektif lintas disiplin, yaitu ilmu sosial seperti psikologi lingkungan, ilmu kimia material, dan ilmu lingkungan, di mana melibatkan sosialisasi dan analisis metode berdasarkan kuesioner yang dapat mencegah pembuangan sampah ke sungai. Kegiatan berbasis solutif tersebut meliputi pendekatan persuasif, yaitu sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah, serta penyediaan fasilitas berupa tempat sampah pilah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki target luaran program berupa pembentukan para motivator yang memahami, mempunyai afeksi, dan terampil dalam pemberdayaan masyarakat lokal.
—–

PENGUATAN KELEMBAGAAN BUDI DAYA DAN MEKANISASI PASKA PANEN UNTUK MEMPERLUAS AKSES PASAR PETANI BERAS
Yohanna Magdalena Lidya Gultom, S.Sos., MIA., M.Phill., Ph.D.

Salah satu masalah pertanian dan rendahnya kesejahteraan petani adalah karena harga jual produk pertanian yang rendah. Harga jual yang rendah antara lain dipengaruhi karena rantai penjualan produk di pasar yang panjang. Petani umumnya menjual produksinya ke tengkulak atau pengepul lokal, dan tidak memiliki akses untuk menjual ke pedagang besar seperti pabrik beras besar. Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pengmas) UI Tahun 2020 dilaksanakan untuk memberdayakan 25 orang petani yang tergabung dalam kelompok Idola Tani yang berlokasi di Desa Buni Kasih, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur. Program ini bertujuan untuk: 1) memfasilitasi petani untuk bekerjasama dengan M TANI untuk menanam benih produksi M TANI dan mendapatkan penyuluhan budi daya pertanian dari M TANI, sehingga meningkatkan kesempatan petani untuk menjual produksi ke M TANI; 2) memfasilitasi petani melakukan konsolidasi lahan, yaitu penanaman secara bersamaan, baik dalam hal waktu tanam dan juga jenis padi yang ditanam sehingga dapat mencapai kuota minimal penjualan ke M TANI, yaitu minimal 5 ton GKP; dan 3) memfasilitasi petani untuk dapat mendapatkan kredit Ultra Mikro (UMi) dari lembaga Pegadaian setempat untuk pembelian alat produksi (traktor, mesin pengering padi, mesin perontokan, atau mesin penggilingan sederhana).
—–

Peningkatan Literasi Kesehatan Melalui Inisiasi Museum Keperawatan
Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia belum memiliki media edukasi yang tepat bagi masyarakat mengenai permasalahan perawatan di setiap bidang keilmuan keperawatan yakni keperawatan dasar, keperawatan medikal bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, dan manajemen keperawatan. Selain itu, masyarakat perlu mengetahui tentang sejarah keperawatan di Indonesia, karena belum ada yang menceritakan secara detail bagaimana perawat di masa lalu memahami konsep keperawatan. Program pengabdian masyarakat peningkatan literasi kesehatan melalui inisiasi pengembangan museum keperawatan terdiri dari berbagai kegiatan diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada. Solusi yang ditawarkan diantaranya menyepakati visi, misi dan nama museum, pengumpulan koleksi dan penulisan sejarah, penyusunan narasi, Pengembangan katalog koleksi yang ber ISBN, evaluasi program dan keberlanjutan program. Target program yang dihasilkan dari masing-masing solusi, antara lain: Seluruh masyarakat mengetahui tentang sejarah keperawatan di Indonesia, karena belum ada yang menceritakan secara detail bagaimana perawat di masa lalu memahami konsep keperawatan.
—–

PEMBERDAYAAN KADER DALAM 1000 HPK UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KEPULAUAN SERIBU
Tiara Amelia, SKM,MSc

Menurut Pemantauan Status Gizi (PSG) untuk DKI Jakarta, status gizi balita stunting adalah sebesar 22,7%. Angka ini masih terbilang tinggi karena masih belum memenuhi standar dari WHO. Menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20 persen. Untuk Kepulauan Seribu, status gizi balita yang mengalami stunting sebesar 23,9%, atau peringkat kedua setelah Jakarta Timur (25,7%) dari 6 Kabupaten/Kota yang ada di DKI Jakarta pada tahun 2017. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut relatif masih rendah dan minimnya pengetahuan tentang gizi bagi anak di masyarakat. Berdasarkan kondisi ini maka peneliti melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk seminar pelatihan online dengan menggunakan model promotif dan preventif terkait stunting yang dihadiri oleh 30 orang kader. Setelah dilakukannya seminar pelatihan online, dilakukan tahap pendampingan dan RTL, di mana masing-masing kader diminta untuk melakukan penyuluhan informasi yang didapatkan dari seminar pelatihan online kepada setidaknya 5 orang warga. Dari rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memicu penyebaran informasi stunting yang lebih luas dan berkelanjutan di lingkungan Pulau Panggang. Adapun luaran program pengabdian masyarakat ini antara lain video kegiatan dan berita populer di media massa.
—–

Program Funtastics: “Fun Without Plastics“ Sebagai Penanggulangan Lingkungan Sampah Plastik
Dr. Aminah, M.Sc

Saat ini, kantung plastik seolah menjadi momok yang menakutkan. Rendahnya kesadaran masyarakat terkait bahaya penggunaan kantung plastik dan sampah plastik semakin menghambat penyelesaian masalah tersebut. Riuhnya kampanye dalam mengontrol penggunaan kantung plastik kresek melalui pelarangan penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu bukti nyata dukungan pemerintah dalam mengatasi limbah plastik ini. Kelurahan Tanjung Priok menjadi kelurahan tujuan dalam pengabdian masyarakat bertemakan “Program FUNTASTIC (Fun Without Plastic) sebagai Penanggulangan Sampah Plastik HPDE dan LPDE di Kelurahan Tanjung Priok dan Pemasarannya.” Tema ini mengangkat pemanfaatan plastik berjeniskan HPDE dan LPDE untuk di daur ulang kembali menjadi bentuk yang lebih bermanfaat di masyarakat serta dapat dipasarkan untuk dapat meningkatkan ekonomi Masyarakat. Setelah mengikuti program ini, 90.5% peserta berkomitmen mengurangi pemakaian wadah yang tidak ramah lingkungan dengan beralih menggunakan bekal makanan dan minuman tahan lama (tumbler, Tupperware).
—–

Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Untuk Desa Hijau
Dr. Herdis Herdiansyah

Persoalan perubahan iklim menjadi isu yang hangat diperbincangkan seluruh negara di dunia. Salah satu daerah yang menjadi prioritas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim adalah Provinsi Jambi. Fenomena banjir dan kekeringan adalah segelintir contoh dari dampak perubahan iklim. Selain itu, pengelolaan sampah dan limbah yang kurang tepat menjadi salah satu faktor pemicu perubahan iklim dan gangguan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ini dengan mengadakan beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi penguatan daya tahan masyarakat terhadap perubahan iklim, penguatan kebijakan desa dalam rangka mitigasi perubahan iklim, pendampingan dan pelatihan pemanenan air hujan dan penghematan air, penanaman pohon dan urban farming, serta penguatan konsep “zero waste” dalam pengelolaan sampah atau limbah padat. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah melakukan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat di Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan dalam upaya adaptasi dan mitigasi untuk mewujudkan desa hijau.
—–