Source Media: https://www.radardepok.com/2020/12/fik-ui-edukasi-kader-kesehatan/

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Para akademisi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang diketuai oleh Dosen FIK UI, Dr. Tuti Nuraini, M. Biomed, melatih para kader kesehatan agar semakin optimal di dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan dan upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di tengah pandemi Covid-19.Pelatihan kader kesehatan tersebut dilakukan secara tatap muka, pada 27–28 November 2020, di Desa Banyubiru dan Sukarame, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tak hanya menyediakan pelatihan, Tim Pengmas FIK UI juga memberikan timbangan, meteran untuk mengukur tinggi badan, dan alat untuk mengukur tekanan darah secara digital. Kader diajarkan agar dapat melakukan pengukuran tekanan darah sendiri.

Dalam menjalankan aksinya, Tim Pengmas FIK UI tetap taat pada protokol kesehatan, yaitu mengenakan APD (Alat Pelindung Diri), menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. Tim pengmas ini terdiri atas Dr. Tuti Nuraini, S. Kp., M. Biomed; Ice Yulia Wardani S.Kp., M.Kep., Sp. Kep.J.; Poppy Fitriyani S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.Kom.; Dr. Retno Lestari, SSi, MSi.

Menurut Tuti Nuraini, kegiatan ini didasari atas tingginya angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh PTM. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2014 terhadap 41.590 individu, tercatat bahwa penyakit stroke, penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, dan hipertensi merupakan empat jenis PTM dengan skala kematian yang tinggi.

“Kami sangat menaruh perhatian pada PTM terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini, orang dengan PTM semakin kesulitan untuk mendapatkan penanganan. Ditambah, pasien dengan penyakit penyerta PTM dapat turut memperberat seseorang jika terinfeksi Covid-19,” ujar Tuti Nuraini.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tuti Nuraini dan tim melatih para kader kesehatan yang merupakan perpanjangan tangan dari tenaga Kesehatan di masyarakat. Pelatihan yang dilakukan adalah berupa upaya deteksi dini yang harus dilakukan masyarakat dan perawatan yang sesuai terhadap PTM seperti kanker, hipertensi, dan diabetes mellitus.

“Pada kesempatan tersebut, kami tidak hanya memberikan penyuluhan kepada kader, melainkan juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi 41 kader kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu pemeriksaan yang dilakukan diantaranya kadar gula darah dan asam urat, tekanan darah, serta berat badan dan tinggi badan. Hasil pengecekan tekanan darah menunjukkan sebanyak 67 persen kader setempat mengalami hipertensi. Bahkan berdasarkan hasil wawancara tim, bendahara kader meninggal dunia bulan lalu karena hipertensi.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran yang berharga bagi para kader dan masyarakat setempat, sekaligus momentum untuk kembali sadar akan pentingnya kesehatan,” ujar Tuti Nuraini.

Selain memberikan edukasi mengenai penyakit tidak menular, Tim Pengmas FIK UI juga melakukan penyuluhan mengenai Covid-19.

“Kelompok masyarakat menjadi komponen utama dan terkuat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Pelatihan cara mencuci tangan yang baik dan benar menjadi salah satu hal yang mendasar dalam pemberian edukasi kepada kader-kader yang hadir,” ujar Tuti Nuraini.

Tim Pengmas FIK UI berharap agar masyarakat semakin sadar diri untuk menjaga kesehatan.

“Kami juga berharap agar para kader memiliki kemampuan yang cukup di dalam mengedukasi masyarakat untuk mencegah ataupun menangani PTM, khususnya di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. (rd/gun)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *